Published On: Sel, Jul 2nd, 2019

Bau Busuk Limbah Pabrik Kelapa Sawit PT BSS Terus Berlanjut Masyarakat dan Warga Setempat Pinta Kepada Dinas DLH Terkait Jangan Berdiam Diri Saja

Share This
Tags

Rokanhilir, SKPKNews.co – Hingga saat ini, terkait keresahan dan keluhan warga tentang Bau limbah PKS PT Balam Sawit Sejahtera (BSS), pihak dinas terkait khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rohil belum ada menyambangi warga, malah terlihat terlebih dahulu mendatangi perusahaan padahal yang merasa meresahkan itu adalah warga.

Esron warga Kepenghuluan Bangko Sempurna Kecamatan Bangko Pusako Dusun Mulia Makmur terus mengeluhkan bau busuk limbah PKS PT BSS yang terletak diperbatasan kecamatan Bangko Pusako dan Kecamatan Balai Jaya, KM 23, Kelurahan Balam Sempurna Kota, Selasa (2/7).

“Saya tinggal dekat dengan perusahaan tersebut, jarak kami lebih kurang 500 meter, hingga sekarang belum ada perubahan sama sekali, malah yang ada tambah bau busuknya semakin menyengat yang kami hirup dalam sehari-hari,” keluhnya.

Lanjutnya lagi terlebih ditempat ia tinggal ini banyak balita, ini pasti mempengaruhi pertumbuhan,kesehatan balita tersebut, ia bersama warga berharap kepada pihak perusahaan, agar kiranya segera memperbaiki sistem pengolahan limbahnya, agar masyarakat yang dekat dengan lokasi pabrik ini, tidak lagi mencium bau busuk limbah dari perusahaan yang mereka.

Kalau menurut kami aromanya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan Balita yang ada diseputaran pabrik ini, pada saat ini banyak anak-anak balita yang sakit, ada yang batuk, ada yang sesak nafas, begitu lah,” terangnya.

Lebih jelas ia menjelaskan waktu terjadinya bau busuk itu menyerang kearah pemukiman penduduk datangnya bau busuk tersebut tidak menentu kadang malam, kadang pagi, kadang juga pas Magrib, mereka buang limbah disitu lah terjadi bau busuk itu, rutin hampir tiap hari dan tiap malam.

“Kami berharap kepada Dinas-dinas terkait, tolonglah perhatikan keluhan kami sebagai masyarakat disekeliling perusahaan pabrik, prihal bau busuk limbah ini, janganlah kami dikorbankan demi keuntungan semata,” harapnya.

Masih berlanjut, dulunya sebelum ada pabrik ini, terlebih saat ini kemarau, masyarakat disini ambil air dan mandi dialiran anak sungai tersebut, kalau sekarang gimana masyarakat bisa gunakan airnya, warnanya dah hitam begitu, dan bau busuk lagi karena bercampur kimia.

Secara terpisah, Nova seorang ibu rumah tangga, juga sebagai warga Dusun Mulia Makmur membenarkan kata esron, karena iapun ikut merasakan, yang juga tinggal dekat dengan pabrik tersebut dan juga turut merasakan keresahan itu.

“Saya punya anak Balita berumur 18 bulan, jelasnya kepqda media SKPKNews.co saya sangat kwatir, baik itu pencemaran udara, dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi saya, dan saya kawatirkan juga pernapasan bayi saya pasti terganggu dengan bau busuk limbah yang menyerang pemukiman warga saat ini pak”,cetusnya.

Nova turut berharap kepada dinas terkait, yang seharusnya bertindak tegas terhadap pihak perusahaan, yang sudah begitu lama beroprasi tapi tidak peduli dengan lingkungan hidup masyarakat disini, dinas terkait seharusnya ambil tindakan jangan berdiam diri saja.

“Kalau tidak ada tindakan, kami masyarakat bisa menilai miring terhadap Dinas-dinas terkait dan Bupati Rokanhilir, ini ada apa ??? seolah ada pembiaran gitulah,” ungkapnya.

Nova menambahkan lagi” Karena sudah begitu lama masalah bau busuk limbah ini terjadi di duga dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT BSS,dan pemberitaan pun sudah begitu banyak baik dari media cetak maupun media online,sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari dinas-dinas dan Bupati Rokanhilir, seolah pemberitaan ini hanya bualan semata dan tidak menghiraukan dan turup mata seolah tidak ada kejadian dilokasi Desa Kepenghuluan Bangko Sempurna Kecamatan Bangko Pusako Dusun Mulia Makmur,”tegas Nova.

(ATG)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>