Published On: Sel, Apr 23rd, 2019

Pedagang Dan Masyarakat Sekitar TPS Lawang Diminta TPS Pujasera Di Pindah

Share This
Tags

Malang, SKPKNews.co – Selasa  23/04/2019, terkait tempat pembuangan sampah (TPS) pasar Pujasera Lawang masyarakat minta agar segera di pindahkan karena menganggu udara dan polusi disekitar lingkungan juga mengganggu pernapasan setelah mencium bau busuk yang sangat menyengat pedagang dan warga yang berada di sekitarnya ingin menjalankan ibadah di mushollah sangat terganggu karena bau busuk didaerah area musholah persis berada di samping tempat pembuangan sampah.

Penampungan Sampah tersebut berada di kelurahan Lawang, kecamatan lawang, kabupaten malang, masyrakat dan penguna jalan mengeluhkan aroma busuk yang menyengat dari (TPS) tersebut, sebenarnya TPS sudah tidak layak di lokasi pujasera Lawang harus di pindah, apalagi mengingat pengangkutan sampah tidak tepat waktu mengakibatkan terjadi penumpukan sampah, padahal pengangkutan sampah sudah di anggarkan satu hari tiga kali masih saja menumpuk.

” Bau busuk yang menyengat dari TPS tersebut tercium hingga radius sekira 150 meter, tak heran kalau warga yang berada di sekitar Pujasera Lawang merasa mengeluh dan tidak nyaman.”

Bukan hanya itu saja, belatung dan lalat hijau berjemaah menyerang sampah tersebut, apa lagi mengingat TPS di tengah pemukiman warga dan buang sampah sembarangan, terlihat jelas masih kurangnya kesadaran orang yang membuang sampah di TPS tersebut tidak tertib dan seenaknya sendiri saat membuang sampah.

“Masyarakat yang membuang sampah disitu seenaknya, tidak pada tempatnya , padahal countener sampah sudah di siapkan melainkan di lempar – lempar seenaknya saja, apalagi buang sampah disini bukan hanya warga kelurahan Lawang saja yang membuang, hampir satu kecamatan juga ikut membuang disini,paling banyak membuang pada malam hari,” ungkap Bu Romadi salah satu petugas di TPS Pujasera Lawang.

Selain itu pedagang yang berada di sekitar TPS Pujasera Lawang, poniti mengatakan bau menyengat mengganggu aktifitas, menurutnya pedagang bedak yang jualan di sampingnya sampai tutup akibat bau sampah.

“ padahal Kami disini juga membayar restribusi per minggu Rp 17000 ke petugas Dishub Kabupaten Malang, dan Rp 3000 setiap hari untuk keamanan disini, jadi kalau gak jualan ya rugi. saya tetap bertahan berjualan disini, demi menyambung hidup,” tuturnya.

Sementara itu, petugas sampah Juwadi juga berharap, agar ditempat tersebut bak countenernya di tambah. Mengingat yang membuang sampah cukup banyak, dan untuk penarikan dari TPS ke TPA juga di tambah.

“Biasanya cuma satu kali mungkin bisa di tambah dua kali per hari nya, mungkin sedikit banyak bisa mengurangi meluber nya sampah di sini,” jelasnya.
Nampak pemandangan yang kurang nyaman dan tidak sehat saat berada di sekitarnya.

( Rosi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>