Published On: Jum, Apr 5th, 2019

Guru Honorer Korban Mutilasi Di Makamkan Tanpa Kepala

Share This
Tags

Blitar, SKPKNews.co – Pada Hari Jumat 5/4/2019 korban mutilasi yang ditemukan dibawah jembatan Desa Karang Gondang Udanawu Kabupaten Blitar di temukan pembunuhan sadis seorang guru honorer yang ditemukan dibawah jembatan, karena keluarga Budi Hartanto sangat terpukul atas peristiwa ini koban langsung dimakamkan oleh pihak keluarganya.

Pada Kamis (4/4/2019) Jam 01.45 telah di makamkan di TPU Kelurahan Tamanan, Almarhum Budi Hartanto ( 28 thn ) yang beralamatkan di Jalan Tamansari, RT 08 RW 02 Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Anak dari kedua pasangan Hamidah dan Darmaji masih resmi berstatus guru honorer di SDN Banjarmelati 2 Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Jenazah Budi Hartanto korban pembunuhan mutilasi yang ditemukan dalam koper di bawah jembatan Udanawu, Blitar tiba di rumah duka, di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (3/4/2019) malam.

Kedatangan jenazah guru dance tersebut disambut isak tangis keluarga dan tetangga setibanya di rumah duka, jenazah disalatkan kemudian dimakamkan di TPU setempat, Hamidah  ibu korban masih tampak shock, Ibu tiga orang anak tersebut terus menangis meratapi kepergian putra sulungnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tamanan, Yahya Budiono mengatakan, jenazah dibawa pulang seusai menjalani otopsi di RSU Mardi Waluyo, Blitar.

Jenazah terpaksa dimakamkan tanpa kepalanya, karena hingga kini bagian tubuh tersebut masih dalam proses pencarian.

Bagian kepalanya belum ditemukan. Masih dicari oleh kepolisian,” kata Yahya Budiono di rumah duka. Yahya sempat berkomunikasi dengan orang tua korban terkait peristiwa nahas yang menimpa anaknya.

“Orang tuanya sempat berpesan agar hati-hati dalam memilih teman,” ucap Yahya meniru pernyataan orang tua Budi. Tetapi, Yahya tidak mengerti maksud dari pesan tersebut.

Prosesi pemakaman jenazah Budi Hartanto diikuti oleh keluarga, para tetangga dan teman-temannya dalam suasana yang mengharukan.

Korban Mutilasi di mata keluarganya dan merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan suami istri Darmaji dan Hamidah dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah
Nasuka, paman korban menuturkan, Budi ikut bertangungjawab dan membantu ekonomi keluarga.

“Anaknya baik, sopan, tanggungjawab. Dia itu memberi biaya adiknya sekolah, membantu orang tuanya,” ungkap Nasuka di kediaman rumah koran.

Selain berprofesi sebagai dancer atau penari, korban juga bekerja sebagai staf tata usaha di SDN Banjar Mlati 2. Korban juga mengajar untuk sebuah sanggar tari modern di Kota Kediri.

Kegigihan korban untuk membantu ekonomi keluarga juga terlihat saat dia membuka sebuah kafe di kawasan GOR Joyoboyo Kota Kediri. Uang dari hasil usahanya ini digunakan untuk membantu biaya pendidikan kedua adiknya.

“Budi orangnya memiliki tipikal pekerja keras,” sambungnya. sore korban berkomunikasi terakhir mengabarkan sedang berada di kafenya yang sekaligus digunakan sebagai sanggar tari di area GOR Jayabaya, Kota Kediri.
Malam harinya, korban sempat pergi ke Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri untuk mengikuti tehnical meeting persiapan acara dance di Grand panglima kediri.

Korban mendapatkan tawaran untuk menari diacara tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, potongan kepala korban belum ditemukan. Sehingga proses pemakaman korban dikuburkan tanpa kepala.

(Rosi)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>