Published On: Jum, Mar 15th, 2019

Kuasa Hukum Ahli Waris, Patuan Anggi Nainggolan.SH dan Associates Meminta Pembatalan Perdamaian Apertemen signature Park Diduga Cacat Hukum

Share This
Tags

Jakarta, SKPKNews.co – Ahli waris tanah lakukan upaya Gugatan Hukum terhadap Apartemen Signature Park dan meminta pembatalan perdamaian karena dinilai cacat hukum. Patuan Anggi Nainggolan, SH dan Associates mengatakan dalam agenda sidang kesimpulan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur bahwa diketemukan ada dugaan  kejanggalan yaitu berupa tanda tangan ahli waris yang telah meninggal.

” Hari ini cuma menyampaikan kesimpulan, materi kita ini dalam gugatan meminta pembatalan perdamaian karena diduga ada cacat hukum. Pertama ahli waris yang sudah meninggal ikut dalam perdamaian dan menandatangani itu ,”kata Patuan kepada media SKPKNews.co , Kamis (14/3/2019).

Selain itu, Tim Kuasa Penggugat memaparkan diatas tanah yang mencapai 4 hektar lebih tidak diperbolehkan konvensasi pembayaran dalam proses perdamaian. Ironisnya, kata dia dalam perdamaian tidak dilakukan langsung kepada ahli waris namun demikian melalui pihak lain yang tidak tau menahu.

” Berdamai tentang 4500 persegi itu ada konvensasi uangnya ini tidak ada sama sekali kan begitu. Ketika di dalam perdamaian itu bahwa pemilik tanah adalah orang lain bukan klien kami melainkan pihak orang lain itu dimasukkan dalam perdamaian dari pihak-pihak yang lain, kalau dilihat sangat lucu,” ungkap Patuan.

Disamping itu, Apartemen Signature Park yang terletak di bilangan Cawang Jakarta Timur tersebut, yang rencananya akan dibangun Mall telah diblokir oleh mereka setahun yang lalu padahal dalam sedang bermasalah. Patuan Anggi Nainggolan, SH pun mengatakan kendala tidak dapat dibangun Mall yang berada di area Apartemen itu dengan alasan tanah tersebut milik dari klien kami.

” Mereka atas nama Signature Park . Jadi signatur Park ini membebaskan 4,5 hektar lahan yaitu berdiri di atasnya itu signatur Park masuk mall yang akan dibangun. Mall ini sudah kami blokir setahun yang lalu supaya tidak bisa dibangun karena lahan tersebut adalah milik klien kami,” ungkapnya.

” Di dalam 4500 inilah sampai sekarang tidak bisa dibangun karena kami sudah diblokir. Ini juga yang kami tentang perdamaian itu, karena klien kami berpedoman kepada perdamaian itu pada nomor 21,.Mereka sudah merasa damai padahal jelas itu adalah hanya rekayasa mereka. Terus tidak tahu kalau ada perdamaian tersebut, ” tendas dia lagi.

Kendati demikian Patuan menyebutkan, mediasi dikakukan muncul perdamaian pada tahun 2011. Ia berpendapat, dengan melihat perdamaian dirinya terkejut dan mengambil sikap untuk melakukan gugatan kepengadilan, tambah dia lagi, dalam gugatan tersebut Patuan bersama klienya

” Ketika dilakukan mediasi muncul-lah perdamaian ini lagi mau didamaikan karena kami sudah berdamai tahun 2011 ini perdamaiannya. Kami melihat perdamaian tentu kami terkejut, karena itu lalu kami melakukan gugatan perdamaian dalam hal ini. Yang dengan daftara Perkara Nomor 31 kami cabut dan fokus pada pembatalan perdamaian ini, karena mereka berfokus merasa memiliki tanah berdasarkan perdamaian itu. Ini yang terlihat secara kasap mata terlihat jelas kalau perkara adalah cacat demi hukum kira-kira,” tegasnya.

Sementara pihak Tergugat menerangkan, tanah seluas 4.500 meter persegi yang ada dilahan daerah Cawang Jakarta Timur dalam agenda kesimpulan di PN Jaktim dikatakannya ahli waris belum pernah diajak bermusyawarah terkait pembebasan lahan tersebut.

” Tentang masalah tanah yang di Cawang. Pada saat itu kan ada pembebasan tanah itu sebutkan namanya pada saat itu dia membebaskan tanah seluas 4.500 meter. Ada salah satu ahli waris sebelum diajak bermusyawarah penjualan tanah sudah menuntut persoalan ini 1 orang  . Saya kan pihak tergugat 50,52,55 dan 56,” ujar S yang enggan menyebutkan diri.

S menambahkan, kasus tersebut telah berjalan sebanyak empat kali dalam persidangan dan digugat berkali-kali. Menurut dia, dalam keterangannya diuraikan kembali dan katanya terdapat perbedaan letak tanah dan giriknya.
” Ini kan ditinggal ketika pembebasan tanah ini, jadi saya menuntut giriknya tidak sesuai dengan tempat lokasi saya beli pembebasan tanah itu. Tapi kasus ini sudah empat (4) kali sidang jadi sudah NO digugat lagi digugat lagi. Kalau nggak salah saya Ini yang keempatnya untuk sementara ini yang kita berjalan sementara saksi-saksi dari mereka tidak terletak dari lokasi tanah saya,” ucapnya.

Perlu diketahui, sengketa lahan yang terdapat di Apartemen Signature Park dia tidak mengetahui secara jelas luas tanah tersebut. Sambung S, kliennya dituntut oleh ahli waris karena diketemukan perbedaan keterangan letak tanah di kantor kelurahan setempat.

” Signatur Park itu di daerah Cawang. adalah tanah sengketa bangunannya juga itu ada sama Saya cuman nggak tanah luasnya saya tidak lihat jadi saya cuma ngasih tahu tanah itu. Tanah Klien saya (berhubungan) jadi dituntut sama ahli waris yang menyatakan itu tanah miliknya dia,” tuturnya.

” Sedangkan tidak sesuai dengan letter C yang ada di kelurahan. Saya tergugat 50,52,55, 56, maaf lokasinya saya juga nggak jelas lokasinya itu saya nggak tahu lokasinya itu karena saya belum tinjau lokasi nya secara pasti” unkap S,kepada wartawan.

(Red03)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>