Published On: Kam, Jan 24th, 2019

Kuasa Hukum Sudarto Minta Majelis Hakim Menimbang Atas Tuntutan JPU Dan Terdakwa Merasa Dizolimi Oleh Ahli Waris

Share This
Tags

Coki TN Sinambella. SH.MH Dan Suratman.SH Sebagai Kuasa Hukum Terdakwa Sudarto Menjelaskan Semuanya Pada Saat Sidang Melalui Nota Pembelaan Dan Terdakwa Merasa Dizolimi Oleh Ahli Waris.

Jakarta, SKPNews.co – Terdakwa Sudarto alias Hadi Sudarto dituntut 3 tahun 6 bulan atas pemalsuan surat-surat tanah milik Pemda DKI Jakarta. Perlu diketahui, perkara pemalsuan bermula ketika ahli waris Ukar Bin Kardi memenangkan gugatan tanah Samsat seluas 29.000 meter persegi di Jalan Cipinang Selatan, Jakarta Timur. 24/1/2019

Dari keterangan persidangan, pemilik sah Jonnny Harisutantyo dikabarkan telah meninggal dunia dan ada keterkaitan bisnis dengan Ukar semasa hidup. Ketika itu, sidang dipimpin oleh Sutikna, SH MH dengan didampingi anggota M Sirad, SH MH dan Ida Ayu Puspa Adi, SH.

Majelis Hakim PN Jaktim turut menyampaikan kepada terdakwa bersama Kuasa Hukum untuk kesempatan sidang mendatang diperkenankan untuk mengajukan Pledoi.

” Terdakwa silahkan mengajukan pledoi kepada penasehat hukum dipersilahkan dipergunakan sebaik-baiknya. Silahkan nanti hari kami,” jelas Sutikna, Senin (21/1/2019).

Menurut Kuasa Hukum terdakwa Sudarto, perkara yang melibatkan kliennya itu dinilai terlalu dipaksakan. Kata Suratman SH, sangkaan tersebut harus dapat dibuktikan dan dia berkeyakinan kliennya divonis bebas.

” Kalau yang seharusnya itu kan dakwahnya yang berkaitan surat dakwaan yang kita sayang kan perkara ini dipaksakan. Seharusnya, kalau memang dakwaan sangkaan yang berkaitan dengan harus dilihat dulu surat itu, ini kan tidak ada berdasar itulah kami berkeyakinan seharusnya menuntut bebas itukan kewenangan jaksa,” papar Kuasa Hukum.

” Nanti kita melalui pledoi fakta-fakta persidangan yang kemarin itu. Harapan harus bebas harus setidak-tidaknya bebas karena bahwa ini bukan kejahatan sebagaimana yang didakwakan lebih daripada suatu perkara masuk ruang lingkup perdata. 3 tahun 6 bulan dan denda sih tidak seberapa,” ujar Suratman, SH.

Terdakwa Sudarto membacakan Surat pledoi nota pembelaan kepada majelis Hakim
Semasa hidupnya Alm Ukar bin Kardi sudah berusaha mengurus Surat tanah kesana kemari dan juga langsung kepada Pemda DKI Jakarta sekitar tahun 2005.karena tidak ada Kata sepakat saran dari Biro hukum Pemda DKI Jakarta,untuk menentukan membuktikan kepemilikan, sebaiknya Dilakukan gugatan kepengadilan saja biar jelas siapa yang berhak atas tanah tersebut.
Sebelum Alm Ukar bin Kardi meninggal dunia meninggalkan amanah (wasiat) kepada saya sebagai teman dekatnya dan meminta tolong kepada saya supaya membantu anak-anaknya kurang paham soal tanah bapaknya, karena amanah itulah saya menyampaikan kepada istrinya dan Anak-anaknya almarhum, jalan satu-satunya untuk membuktikan tanah milik Jonny Harry soetantyo haknya dengan cara gugat Dipengadilan Negeri Jakarta Timur, apa betul tanah itu milik bapakmu dan semua ahli waris setuju Semua biaya ditanggung Pengurus.


Singkat cerita kita daftar kepengadilan negeri jakarta timur dengan lawyer Suratman.SH dan Usman dengan Nomor perkara perdata : 81/pdt.6/2014/pn Jaktim. Sekitar 1 tahun 6 bulan sidang perdata dan dimenangkan oleh ahli waris. Melihat dari cerita dari terdakwa Sudarto dia merasa dizolimi oleh ahli waris karena niat hanya membantu persoalan lahan tersebut tapi bisa menjadi terdakwa dan masuk penjara.

” Dan terdakwa Sudarto juga mengatakan Pada saat Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan menang dengan perkara perdata Tiba-tiba pihak Pemda DKI Jakarta melaporkan persoalan ini kepolda Metro Jaya dan menjadi tersangka Sudarto dan dijebloskan kepenjara dan Jaksa menuntut Terdakwa 3 Tahun 6 bulan penjara.”

Coki TN Sinambela.SH.MM. sebagai Kuasa hukum Terdakwa Sudarto, membacakan pledoi depan dipersidangan dengan isi pledoi meminta agar majelis Hakim menimbang atas tuntutan jaksa Karena diduga pihak pemprov DKI Jakarta sudah menyalahgunakan jabatan dengan menghukum Terdakwa Sudarto yang tidak bersalah  oleh karena kekuasaan terdakwa bisa dipenjarakan padahal Terdakwa Sudarto aslinya hanya dikuasakan oleh almarhum Ukar bin Kardi.

Dan menurut Saksi-saksi dan Fakta-fakta dipersidangan bahwa semua keterangan yang dihadirkan oleh Pemda DKI Jakarta dipersidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur semua tidak ada yang benar,dan menurut Saksi-saksi yang dihadirkan Oleh Kuasa hukum Coki TN Sinambela.SH.MM.dan Suratman.SH diatas sumpah mengatakan kalau mereka menerangkan yang disebut Jonny Harry Sutiantyo sudah almarhum sebelum almarhum Ukar bin Kardi tapi yang hadir dipersidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur itu palsu alias persi Pemda DKI Jakarta. kamis 24/1/2019.

Pada saat sidang perkara perdata pihak Pemda DKI Jakarta tidak bisa membukti Surat sertifikat Nomor 75 yang asli padahal Majelis Hakim sudah memberikan waktu dua minggu oleh karena Majelis Hakim memutuskan kalau pihak Ahli Waris menang dalam perkara perdata dan pihak Pemda DKI Jakarta banding dan sampai sekarang belum ada keputusan dari pihak Pengadilan.

” Dan yang membuat pertanyaan Kuasa hukum Dari Terdakwa Sudarto, Coki TN sinambela.SH.MM. dan Suratman.SH memanggil saksi Ahli Pidana, Dekan Universitas UI. Dr.flora Dianti.SH.MH  dan mengatakan kalau hakim jangan serta merta dan harus menunggu hasil putusan perdata dan baru ditingkatkan menjadi pidana.”

Ahli juga Menambahkan Daluarsa itu makna dari hukum tidak bisa dituntut lagi apabila tuntutannya 3 Tahun Maka daluarsanya 12 tahun dan dinamakan Cacat hukum dan tidak bisa dituntut menurut hukum yang berlaku, tapi itu tergantung dari kewenangan Hakim tersebut.

Sesudah Kuasa hukum pembacaan nota pembelaan Terdakwa Sudarto Majelis Hakim memberikan kesempatan untuk membalas nota pembelaan Kuasa hukum naming Jaksa Penuntut Umum tetap pada tuntutan, sidang dilanjut senen depan.

(Ali )

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>