Published On: Rab, Jan 9th, 2019

Marak TKA di PLTU Tbg Kajuei Gumas Patut Dipertanyakan ???

Share This
Tags

Palangka Raya, SKPKNews.co – 
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan program pemerintah dalam pembangunan Infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan listrik pada masyarakat hingga ke pelosok Nusantara patut didukung penuh seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali di Tumbang Kajuei Rungan Kabupaten Gunungt Mas Kalimantan Tengah sangat membutuhkan suplay listrik yang berkesinambungan karena selama ini di suplay dari Provinsi tetangga Kalsel.
PLTU Tumbang Kajue di Gumas dan PLTU lain seperti di Buntoi Pulpis juga akan memenuhi suplay listrik ke seluruh pelosok tanah air Perusahaan swasta Listrik berkekuatan 100.000 Megawatt yang bekerjasama dengan PLN itu dibawah PT Surya Kalimantan Sejati (SLK) dengan beberapa kontraktor dan sub kontraktor diantaranya PT Hube, PT Dumpang, PT Cerubung, PT Walung Nusantara, PT MPH, PT Hespec, PT Arsikon, PT Builer dll merupakan perusahaan asing Cina asal Tiongkok itu memiliki Tenaga Kerja Asing yang jumlahnya mencapai ratusan ribu diduga diantaranya Illegal.

Pasalnya hasil Investigasi skpknews, Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi Aparatur Negara Republik Indonesia (LITPK ANRI) Dewan Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah dan DPD Transparance Corruption Watch (TCW) pada hari Rabu (19/12) melakukan Investigasi dan wawancara langsung dengan manajemen perusahaan Cina bertemu dengan Mr. Chay didampingi penerjemah Cina kalbar Ahoy yang sebelumnya bertemu Roy bagian humas SLK.

Pada sebelumnya skpknews mengirim surat konfirmasi dugaan Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal ditujukan pada PT SLK, Kantor Wilayah Imigrasi, Disnakertaran Provinsi, Disnakertran Kabupaten Gumas , kantor Imigrasi Palangka Raya dan Dirmum Polda Kalteng dari LITPK ANRI untuk dilakukan pengecekan dan turun tim pengawasan orang asing dari Instansi terpadu ke lapangan.

Konfirmasi skpknews pada hari Senin (17/12) dengan Kepala Divisi Imigrasi di Kanwil Hukum dan HAM kalteng Ignatius Purwanto menurutnya data pada kami TKA di PLTU Tbg kajuei Gumas berjumlah 307 orang /Ijin Tinggal Terbatas (Itas) jelas kadiv. Tetapi hasil survei di lapangan tim skpknews ada lebih dari 700 orang TKA dan tentu diduga sisanya Ijin Tinggal Kunjungan / ITKU. Lalu kata Kadiv jika demikian nanti di awal tahun 2019 kita lakukan sidak turun tim Pora jelasnya, karena diakhir tahun tidak mungkin kami turun, terangnya.

Secara terpisah di hari yang sama skpknews sabangi kantor imigrasi palangkaraya bertemu dengan pa Dwi bagian penindakan , pa Muklis bagian intelijen Kamin menurutnya data TKA PLTU Tbg Kajuei Gumas yang tertib administrasi/ ITAS 150 orang terangnya. Penjelasan dari manajemen PLTU pada skpnnews sekitar 300an orang data lengkap di kantor Imigrasi jelas Mr Cahy pada jubirnya menjelaskan kala itu .
Skpknews. co dan tim dijelaskan tenaga kerja asing diantaranya bagian teknis, teknisi , tenaga ahli,tenaga lokal security dan faktanya temuan tim skpknews ada ratusan orang TKA bekerja kasar seperti tenaga tukang, juru masak, supir dll yang bukan tenaga ahli, bahkan tenaga ahli dan staff banyak dari lokal jelas DPD TCW pada skpknews saat bersamaan turun lapangan.

Pada tgl (19/12) itu tim skpknews salah satu tim di tepon kapolsek Rungan Iptu Sugeng Purwanto yang meminta kami untuk koordinasi dengannya. Untuk wawancara tidak ada kaitan dengan Polsek lain ranah dan fungsinya karena kros cek bahan berita dilapangan keharusan dalam penulisan berita, bukan polsek kebakaran jenggot ada apa.
Pada akhir tahun sebelum Natal 2018 dan sebelum tahun baru akpknews konfirmasi pada instansi terkait surat yang kami kiirim hingga berita ini diturunkan masih belum dijawab secara tertulis tetapi secara lisan telah dijawab termasuk dengan Kadis Disnakertran Provinsi Sharil tarigan pada kamis (3/1) di ruang kerjanya bahwa jumlah tenaga kerja asing itu berjumlah 307 orang data dari Kementrian Ketenaga kerjaan RI dan dari Disnakertran Prov bagian penempatan menurut salah seorang staff ada 94 yang terdaftar tenaga kerja asing tertib administrasi. yang sebelumnya sudah ada permohonan surat dari DPD LITPK ANRI Kalteng meminta pada pihak Polda Kalteng agar dapat turun ke lapangan bersama Tim Pora pada awal tahun ini dan hasil konfirmasi pada Rabu (2/1) Dirmum Polda Kalteng saat dikonfirmasi siap turun ke lapangan, jelasnya. Ditempat terpisah skpknews.co sabangi Kesbangpolimas Kalteng Agus Pramono bersama kabag Pengawasan orang Asing Joni bersedia turun lapangan, jelasnya. Keesokan harinya skpknews.co konfirmasi pada ass. Intelejen Kejaksaan Tinggi menyatakan kesediaannya untuk turun lapangan bersama tim Pora dari Imigrasi, jelasnya via ponselnya (4/1).

DPD LITPK ANRI Kalteng bersama DPD TCW agar modus dugaan mafia TKA di Kalteng khususnya di PLTU Tbg Kajuei Gumas dapat terungkap. Sistem dan permainan oklnum imigrasi dan Disnakertran Provinsi dapat ditindak tegas apa bila ada yang bermain mata dan melakukan pembiaran terhadap TKA illegal.

(hars)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>