Published On: Rab, Jan 13th, 2016

MASYARAKAT YALIMO MEMINTA MABES POLRI TANGKAP DAN PERIKSA YANES ALITNUE KETUA KPUD YALIMO

Share This
Tags

kotak suara

 

SKPKNEWS.com. jakarta. Pilkada Kabupaten Yalimo sarat money politik hal ini di ungkapkan oleh L Gaol, SH ketika ditemui skpknews.co selesai mengajukan sidang gugatan di MK, L Gaol mengatakan banyak nya kecurangan yang dilakukan KPUD Yalimo hal ini terungkap berdasarkan data data perolehan suara yang sangat janggal, ada indikasi money politik. Terbukti adanya suap kepada beberapa kepala desa yang dilakukan no urut 3 bahkan uang suap yang dilakukan no urut 3 sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) tertangkap tangan oleh team no urut 1 ketika team no urut 1 melaporkan kejadian penyuapan yang dilakukan no urut 3 kepawaslu agar ditindak lanjuti persoalan suap yang dilakukan no urut 3 tapi aneh nya pawaslu sama sekali tidak menanggapi laporan masyarakat bahkan uang  suap sebanyak Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) tersebut akhirnya dibawa ke MK menjadi barang bukti. Yang lebih aneh lagi KPUD setiap melakukan rapat tidak pernah melibatkan kandidat bupati yalimo setiap rapat selalu di Kabupaten Jaya Wijaya hal ini mengudang tanda tanya publik apa sebenarnya yang dilakukan KPUD yalimo di Kabupaten Jaya Wijaya. Bahkan anggaran pilkada yalimo sebesar Rp. 44.000.000.000,- (Empat puluh empat milyar rupiah) tak luput jadi pertanyaan masyarakat, digunakan kemana anggaran tersebut? Sementara logistik di setiap distrik dan atribut tidak beredar, KPU sama sekali tidak menyediakan tempat pemilihan suara seperti TPS yang miris lagi pencoblosan suara dilakukan di tempat ibadah, dirumah rumah di karenakan tidak adanya TPS yang dibuat oleh KPUD, tidak adanya panggung untuk kampaye di setiap distrik dan kampung, peruntukan dana buat kampanye tidak jelas. KPU sama sekali tidak mampu menyelesaikan persoalan pengaduan masyarakat. Rapat apapun tidak pernah melibatkan atau memberitahu kandidat terlebih dahulu, hal-hal sepele yang terjadi selalu melibatkan POLRI untuk bertindak dalam penyelesaian, setiap kegiatan dilakukan diluar Kabupaten Yalimo yaitu di Kabupaten Jaya Wijaya sehingga menyulitkan setiap kandidat, KPU sengaja melakukan pembiaran terhadap adanya kecurangan yang terjadi di TPS, distrik yang dilakukan oleh no urut 3. Adanya intervensi POLRI dari Polres Jaya Wijaya, hal ini terbukti adanya pemukulan terhadap salah satu anggota dewan dari komisi C yang dilakukan oleh Kapolres Jaya Wijaya. Adanya perampasan kotak suara. Yang sangat membingungkan adanya pembagian uang jasa sebanyak Rp. 20.000.000,- (Dua puluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 100.000.000,- (Seratus juta rupiah) untuk per kepala kampung sebagai jasa memenangkan no urut 3 menggunakan dana daerah (BANSOS) sebagai konpensasi jasa kerja Pilkada untuk kepala desa. (team)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>