Published On: Sen, Sep 9th, 2019

Kuasa Hukum Terdakwa Rawi Sangker, Amir Samsuddin. SH.MH. Dan Partner Ajukan Esepsi di PN Jaktim

Share This
Tags

Jakarta, SKPKNews.co – Sidang perkara Pasal 263 dan Pasal 385 ke-4 KUHP dengan terdakwa Rawi Sangker di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan ketua Majelis Antonius Simbolon.SH.MH Dan anggota Nun Suhaini.SH.MHum. Hj Ninik Anggraini.SH jaksa penunut umum (JPU) Tri Wahyu,senin 9/9/2019.

JPU Tri Wahyu menuntut terdakwa Rawi Sangker dengan Pasal 385 ke-4 Dan Pasal 263 Ayat (2) membuat surat palsu (artinya surat itu sudah dari mulainya palsu) atau memalsukan surat (artinya surat itu tadinya benar, tetapi kemudian palsu).

Kuasa hukum dari terdakwa Rawi Sangker. Amir samsuddin.SH.MH dan Partners mengajukan nota keberatan Esepsi tentang dakwaan kepada terdakwa Rawi Sangker yang di Ajukan oleh jaksa penuntut umum yang tertuang berbunyi. Atas laporan Madrais Bin Djimun ke pihak kepolisian dengan laporan polisi Nomor : LP/4069/X/2015/PMJ/Dit Reskrimum, Tanggal 05 Oktomber 2015 tersebut.

Tapi yang menjadi acuan dari Kuasa Hukum terdakwa Rawi Sangker, Amir Samsuddin.SH.MH dan Partners bahwa berdasarkan putusan pengadilan negeri Jakarta timur Nomor : 139/PDT.G/2004/PN. Jaktim, Tanggal 21 April 2005. (Bukti-T.3)Gugatan perdata saudara Madrais Dkk ditolak  dan ditingkat banding (Pengadilan Tinggi Jakarta), berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta  Nomor : 128/PDT/2006/PT.DKI. Tanggal 10 juli 2006 (Bukti-T.4) putusan pengadilan negeri Jakarta timur tersebut dikuatkan dan bahkan sampai tingkat kasasi (Mangkamah Agung), Berdasarkan putusan Mahkamah Agung  Nomor : 1444K/PDT/2009, tanggal 14 juli 2010 (Bukti-T. 5) gugatan saudara Madrais Dkk ditolak dan akhirnya saudara Madrais Dkk mengajukan “Peninjauan Kembali” PK namun permohonan “PK” saudara Madrais Dkk, berdasarkan putusan-putusan Mahkamah Agung yang memeriksa perkara perdata pada tingkat Peninjauan kembali,yakni Putusan Nomor :672 PK/PDT/2012, Tanggal 17 April 2013  (Bukti-T. 6) permohonan “Peninjauan Kembali” saudara Madrais Bin Djimun tersebut juga di tolak.

Dengan kata lain,saksi pelapor Madrais,sekali lagi ditegaskan, tidak mempunyai kepentingan hukum sama sekali dan tidak memiliki kapasitas atau tidak memiliki. ” Persona Standi In Judicio” di dalam perjanjian sewa tersebut.

Bahwa berdasarkan seluruh uraian argumentasi yuridis dan fakta-fakta yuridis(redhtfeiten) sebagaimana uraian diatas, adalah sudah benar dan tepat sekali  apabila majelis hakim yang memeriksa perkara pidana ini berkenan menggunakan dasar hukum ketentuan Pasal 143 ayat (3) Juncto Ayat (2) huruf (B) KUHAP untuk menyatakan bahwa surat dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum yang menetapkan saudara Rawi Sangker sebagai terdakwa, secara yuridis batal demi hukum.

Dan menguraikan isi dari Esepsi (Nota Keberatan) Kuasa Hukum terdakwa Rawi Sangker. Amir Samsuddin.SH.MH dan Partner dengan ini memohon kepada majelis hakim yang memeriksa perkara pidana terdakwa Rawi Sangker berkenan menjatuhkan Putusan Sela yang amarnya berbunyi sebagai berikut : (A) menerima dan mengabulkan Esepsi(Nota Keberatan) terdakwa Rawi Sangker untuk seluruhnya. (B) Menyatakan “Surat Dakwaan” jaksa penuntut umum batal demi hukum, dan setidak-tidaknya, tidak dapat diterima.(C) Memerintahkan Jaksa penuntut umum untuk mengeluarkan terdakwa, Rawi Sangker dari rumah tahanan negara, segera setelah dijatuhkan putusan sela.

Setelah pembacaan Esepsi oleh Kuasa Hukum Terdakwa Rawi Sangker, majelis hakim masih menimbng dan mempelajari isi uraian Nota Keberatan yang diajukan dan menunggu jawaban  jaksa, sidang dilanjut minggu depan.

(Alred03)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>