Published On: Sen, Agu 19th, 2019

Ketua LI-TPK Bambang.S.SH Minta Poldasu Periksa AFAT Yang Merusak Hutan Mangrove Menjadi Kebun Sawit

Share This
Tags

Jakarta, SKPKNews.co – Dugaan Kejahatan Alih Fungsi Kawasan Hutan di Desa Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat menjadi perhatian serius.

Ketua LI-TPK Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi Aparatur Negara RI saat diwawancari Media SKPKNews.co diruang kerjanya dibilangan Jakarta Timur Bambang.S.SH mengatakan pelaku perambahan hutan jangan diberi ampun karena sangat merusak eko sistem apa lagi ini menyangkut hutan bakau yang jaraknya kurang lebih seratus meter (100 M) dari bibir pantai. Bambang.S.SH bersama ketua LKLH Sumatra Utara sudah melaporkan langsung Kepala Kasi I dan Gakum wilayah Sumatra Utara yang kemudian turun secara bersama-sama dengan GAKUM yang dipimpin 1.Musriadi 2.Sihombing 3.Simanjutak langsung cek lapangan Tempat Kejadian Perkara (TKP) perusakan hutan yang sudah menjadi kebun kelapa sawit, Tim dari Gakum pun langsung menggunakan Dron untuk melakukan cek titik koordinat luas lahan yang sudah dijadikan kebun kelapa sawit alangkah kagetnya benar bahwa yang tadinya lahan bako yang menjadi tempat bertelurnya habitat laut kini sudah menjadi kebun sawit benar sudah menjadi alih pungsi milik saudara AFAT. Yang ironis nya lagi berdasarkan keterangan nara sumber dan pengakuan masyarakat dan mandor atau tangan kanan AFAT yang juga abang dari anggota DPRD Kabupaten Langkat yang Suwarmin dirinya mengatakan semua itu urusan adek saya katanya silakan aja berurusan dengan beliau. Beliau anggota DPRD Kabupaten langkat dari keterangan Suwarpan yang mengaku adek kandung Suwarmin dan masyarakat di Desa Siata mengatakan kepada kami di lokasi kebun yang sudah berubah pungsi bahwa Suwarmin yang menjadi anggota Dewan di Kabupaten langkat yang menbekingi AFAT. Dari keterangan ini lah dapat Kami pastikan dibalik hancurnya nya hutan magrove ini adalah akibat adanya campur tangannya Suwarmin. Lahan magrove kini menjadi kebun sawit jelas dibekingin anggota DPRD Kabupaten langkat dari Partai PPP. Suwarmin terkesan arogan yang tidak bisa disentuh hukum menurut pengakuan Warga pangkalan Siata siapa pun yang masuk kekebun Afat, Suwamin lah yang menghadapinya ucap warga setempat. Hal ini terbukti pihak Gakum wilayah 1 Sumtara Utara pun sepertinya mulain diam tersebut belum ada tindak lanjut laporan kami ungkap Bambang.S.SH sudah jelas hutan bakau rusak tapi masih menunggu dan menunggu sementara.

Pelaporan Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi LI-TPK ANRI) dan Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Sumut (LKLH Sumut) Indra Minka menyampaikan hasil Investigasi, tanggal 29 Mei 2019, laporan tertulis
Bukti keseriusan, kami untuk membasmi para perusak hutan kepada Bapak Haluanto Ginting Kasi I Medan Balai GAKUM.
Laporan terima langsung Kepala Kasi I dan memerintahkan anggota untuk menerima laporan, dan Menindaklanjuti laporan kami pada 26 Juni 2019, Kasi I Medan GAKKUM menurunkan Tim untuk melakukan penyelidikan didampingi oleh Ketua LI-TPK ANRI Bambang S, SH dan Anggotanya turun
Kelapangan, Kami desak Kasi 1 GAKUM untuk serius melakukan penegakan Hukum sumatra utara khususnya kabupaten lankat jangan pandang bulu jika terbukti ada anggita DPRD dibalik
rusaknya ekosistem mangrove di dusun sungai buluh -Desa Pangkalan Siata Kec. Pangkalan Susu Kabupaten Langkat yang diprediksi, Ratusan Hektar telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit kira-kira berumur 5-6 Tahun memanjang dari Barat Laut ke Tenggara artinya pinggir pantai ke arah darat, Ungkap Indra Mingka Ketua LKLH Sumut.

Informasi dari warga tak jauh dari lokasi kebun sawit pemilik berinisial “AFAT” yang tinggal di Kecamatan Pematang Jaya – Langkat. Kebun dalam kawasan hutan, Beberapa titik koordinat diambil menggunakan alat GPS dan di Overlay kedalam Peta Lampiran Kawasan Hutan SK. Menhut No. 579/Menhut-II/2014 dan Peta Kawasan Hutan Sumut No. P.1076/MENLHK-PKTL/Kuh/PLA.2/3/2017 Jelas berada Dalam Kawasan Hutan hutan Lindung dan masuk kawasan Pemberian Penundaan Izin Baru (PPIB) Revisi XV sesuai dengan SK. MenLHK No. 3588 MENLHK-PKTL/IPSDH/PLA.1/5/2018, artinya pada kawasan itu tak akan bisa diterbitkan izin,Hutan Mangrove yang telah dirusak dari 5 areal luasannya lebih kurang 101 sangat disayangkan, Hutan Lindung Pesisir yang dipenuhi mangrove bisa jadi kebun sawit, sepertinya ada “pembiaran”
Ketua Indra Mingka mengatakan Indonesia saat ini sedang dalam tekanan Uni Eropa masalah Kelapa Sawit Indonesia menyangkut Exsport Import.

(Tim)

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>